Bukan sekedar mendaki gunung tapi inilah filosofi di baliknya yang jarang di ketahui.

Saat ini mendaki gunung sudah menjadi aktifitas umum yang banyak di sukai anak muda jaman sekarang.

Meskipun melelahkan tapi dapat melatih fisik sekaligus mental. Dimana membawa tas besar yang berat dan perjuangan mendaki yang sering kali di sertai cerita cerita yang menakutkan.

Namun ada rasa bahagia tersendiri ketika mencapai puncak yang sangat sulit di ungkapkan lewat kata kata.

Filosofi mendaki gunung


Di balik semua itu ternyata mendaki gunung bukanlah sekedar kegiatan fisik lo.. namun ada filosofi hidup di balik aktifitas pendakian gunung yang masih jarang di ketahui.

Apa saja itu?

✓ menentukan tujuan


Sebelum mendaki kamu harus menentukan tujuanmu apakah itu sampai di puncak atau hanya nge-camp di separuh perjalanan.

Dengan begitu kamu akan mudah menyiapkan apa saja keperluan yang harus kamu bawa, sebarapa banyak logistik dan sebagainya.

Begitupun dengan hidup kamu harus menentukan tujuan atau apa yang ingin kamu gapai sekaligus semua yang di butuh kan dalam proses menggapai tujuan mu tersebut.

Mendaki gunung pun juga butuh kondisi fisik yang baik. Begitupun dengan hidup untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan kondiso fisik kamu harus selalu dalam keadaan baik.

✓rencana yang matang


Sebelum melakukan pendakian gunung kamu sudah harus merencanakannya dengan matang, seperti pembawaan bekal yang tidak terlalu berlebihan serta tidak kurang.

Serta siap dengan medan yang harus kami tempuh sebelum ke puncak, titik atau spot spot untuk istirahat medis dan lain lain semuanya harus di rencakan dengan matang. Mendaki gunung dengan medan yang sulit tanpa persiapan yang matang bisa jadi malah akan menjadi kejadian yang buruk.

Begitu juga dalam hidup juga butuh rencana agar semua susuai dengan keinginanmu di perlukan rencana yang matang pula.

Meskipun yang di rencanakanpun kadang tak sesuai rencana apalagi yang tidak di rencanakan.

✓ Teman untuk mendaki bisa jadi sangat penting.


Dalam mendaki pastinya kamu membutuhkan teman. Teman yang akan membantu mu,membuat suasana lebih menyenangkan, yang membuat perjalanan jauh dan berat menjadi tidak terasa.

Begitupun dengan hidup kamu butuh seseorsng untuk membantu menjalani hidup. Bercerita untuk membantu menyelesaikan masalahmu dan lain lain

✓membuat kita menghargai hal yang sepele


Ketika dalam perjalanan persediaan air menipis dan ketemu dengan sumber air itu rasanya menyenangkan sekali. Memasak mi instan di puncak gunung terasa lebih nikmat dari pada di rumah. Kopi hangat pun terasa lebih nikmat ketika di puncak gunung.

✓ perjalanan ke puncak gunung membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.

Dalam perjalanan menuju puncak pasti membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sebanding dengan apa yang kita tuju.

Tidak ada alat transportasi yang dapat mengantarkan kita langsung ke puncak.

Bukan kah di kehidupan juga begitu?

Hidup ini selalu di sertai perjuangan dan pengorbanan. Tidak ada yang instan di dunia ini. Semuanya butug proses bahkan memasak mi instan pun butuh proses.

✓belajar keluar dari zona nyaman

Jika kamu ingin melihat hal indah yang menakjubkan atau hal hal yang baru keluarlah dari zona nyaman. Perjalanan menuju puncak adalah soal keluar dari zona nyaman.

Karena kamu akan merasakan bagaimana hidup yang sebenarnya tanpa gadget, tidak ada listrik, wifi, yang ada hanya fasilitas seadanya.

Begitu juga di kehidupan kesuksesan akan datang menghampiri mereka yang berana keluar dari zona nyaman
Kesukseskan adalah milik mereka yang berani melawan dan melewati rintangan.

✓ istirahat itu penting

Fisik manusia tidak akan mampu untuk bekerja terus menerus tanpa istirahat. Dalam proses pendakian adakalanya kita harus beristirahat, dan mengisi tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.

Begitupun dengan hidup boleh saja kamu fokus mengejar apa yang jadi impian kamu tapu ingat kamu juga butuh istirahat. Bisa liburan bareng teman keluarga atau siapapun.

✓ membuat kamu lebih menghargai apa artinya "Rumah"

Mencapai puncak boleh saja jadi tujuan saat mendaki namun setelah sampai di puncak, rumah adalah tempat kembali yang terbaik.
Kamu akan lebih mengerti bahwa rumah menjadi tempat perlindungan terbaik yang memberikanmu keamanan kehangatan dan sebagainya yang tidak kamu jumpai selama aktifitas mendaki.

Bagaimanapun juga mendaki sama saja dengan menjalani hidup dimana butuh persiapan, rencana, perjuangan, pengorbanan dan lain lain.

Mendakilah dan belajarlah hidup darinya.

artikel di blog ini di buat dari pemikiran pribadi penulis dan berbagai referensi jika anda merasa bermasalah dengan hal ini hubungi kami di kontak kami atau mungkin juga ada iklan non syar'i atau iklan yang tidak pantas tayang hubungi kami di Laporkan iklan
Buka Komentar
       

0 Response to "Bukan sekedar mendaki gunung tapi inilah filosofi di baliknya yang jarang di ketahui."

Post a Comment

         

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel